RAM

ESTETIKA SAPUAN WARNA DARI PINGGIR TROTOAR LAWU:

KOMUNITAS KECIL YANG MEMBAWA PENGARUH PERUBAHAN BERKESENIAN

Rahmanu A Widodo

 

 ABSTRAK

 Di Kota Blitar ada kegiatan kelompok komunitas kecil seni rupa yang eksis melakukan kegiatan berkesenian setiap hari Minggu yang menamakan diri PSM Lawu atau singkatan dari Pasar Seni Minggu yang berlokasi di Jalan Lawu Kota Blitar. Ada yang menarik untuk diangkat sebagai potret estetis dari sisi yang berbeda. Dari sisi humanis misalnya, kegiatan PSM Lawu ini memberikan materi pelatihan seni rupa mulai melukis, membuat desain, gambar sketsa, membatik, membuat patung, membuat kerajinan tangan, menyanyi semua secara gratis, juga pemutaran film animasi, pengenalan karakter seni budaya lokal Blitar, hingga pameran bersama yang bekerjasama dengan perpustakaan Bung Karno Kota Blitar dan mahasiswa PKMM dari UM angkatan 2006. Kegiatan ini meluas, terpublikasi melalui beberapa media cetak dan televisi lokal hingga mampu menarik perhatian seniman luar kota seperti Jogjakarta dan Jakarta. Dari kegiatan yang kecil dan lokal yang bertempat dipinggir trotoar jalan Lawu Kota Blitar ini mampu memotivasi seniman dan mayarakat Blitar dan sekitar menjadi lebih maju dan berkembang. Dari sesuatu yang kecil mampu membawa perubahan bagi perkembangan kesenirupaan di negeri ini.

 

Kata Kunci:  estetika, komunitas kecil, pasar seni minggu jalan lawu blitar

 

A.Latar Belakang

PSM Lawu atau singkatan dari Pasar Seni Minggu masuk di Indonesia One Search sebuah situs resmi dari Perpusnas  Indonesia yang mengambil objek kegiatan di jalan Lawu Kota Blitar merupakan sebuah kelompok komunitas pergumulan seni rupa yang kecil dan bersifat lokal namun berkontribusi pada perubahan arus berkesenirupaan dan terkandung nilai keindahan yang nampak dari saling asyik  canda dan kerja antara anak muda dengan teman sebaya, antara anak kecil dengan orang tuanya, antara pribadi-pribadi yang sering sibuk kerja di kantor dengan warga masyarakat sekitarnya, antara pemuda terdidik dengan para sahaya tinta, yang membaur dan bergumul dalam suatu arena yang penuh makna dan penuh suka cita saling berbagi gaya dalam nama, serta berbagi rupa dan rasa. Tiada pembatas diantara mereka, dari dini hari hingga saatnya senja tiba. Suatu taman harapan warga untuk berakhir pekan di sudut kota yang kecil, dibawah teduhnya pohon cerry di tepi trotoar jalan lawu Kota Blitar, sebuah sudut perempatan di Kota Blitar yang ketika pagi nampak sepi hingga mulai hiruk-pikuk orang berlalu lalang sampai matahari mulai nampak, ini menjadi sebuah panorama estetis tiap Minggu pagi yang dapat dijumpai siapa saja yang berlibur dan belajar menoreh aneka sapuan rupa dan warna. Sebuah komunitas kecil dari segelintir warga yang melakukan aktivitas memanjakan rasa melalui rupa dan warna, mengawinkan bahasa dan budaya antara kaum cendekia dengan para hamba pencari obat dahaga sukma. Menjadi komunitas penggemblengan seni rupa bak kawah candradimuka gatut kaca. Itulah wajah kegiatan di Pasar Seni Minggu di sudut kota yang kecil, kota bersemayamnya presiden Indonesia yang pertama, Blitar kota Patria.

Jika kita mau mengamati dan tidak enggan menelusuk perjalanan sejarah yang pernah terjadi disetiap penjuru nusantara, kita ingat kembali, kemudian kita renungkan dengan hati yang dalam-dalam, bagaimana setiap kejadian dalam peristiwa-peristiwa besar yang pernah terjadi itu. Maka kita akan kembali menemukan sebuah benang penghubung atas segala peristiwa besar itu selalu bermula dari hal-hal yang kecil. Dari hal kecil dan bersifat kedaerahan, kemudian dengan daya yang kuat maka akhirnya mampu merubah sejarah dunia yang bahkan terkadang diluar prasangka-prasangka logika. Adakah kita temui sebuah peristiwa besar yang ada di bumi ini kalau tidak berawal dari sesuatu yang kecil?

Benarkah sesuatu yang berawal dari hal yang kecil itu tidak pernah membekas menoreh sejarah baru dalam kehidupan? Kita ingat ketika James Watt menemukan mesin uap pada tahun 1796 itu sebenarnya adalah karya penyempurnaan dari temuan mesin uap oleh Thomas New Comen pada tahun 1712 yang sangat sederhana dan bersifat lokal, namun hingga sampai sekarang James Watts kita kenal dengan bapak revolusi industri yang mengawali perubahan besar  yang mengglobal dalam dunia industri sehingga mampu melahirkan inspirasi-inspirasi ide penemuan yang lebih besar dan berkembang.

Bukankah kesenian-kesenian nasional bangsa kita juga berasal dari kesenian daerah yang bersifat lokal namun bisa membawa negara ini kekancah seni internasional yang merupakan maskot dari kesenian budaya Indonesia? Demikian pula komunitas-komunitas budaya kecil yang bersifat lokal kedaerahan yang ada di sudut-sudut kota, di sekolah-sekolah, dan di masyarakat pedalaman itu nantinya akan berkontribusi besar bagi perkembangan seni budaya  di negara kita. Mereka hanya terbatas dari beberapa gelintir saja, dan tidak banyak jumlahnya dari segi kwantitas. Namun dari kegiatan dan aktivitasnya itu justru mampu membuat sejarah baru dan perkembangan besar bagi perkembangan seni budaya di negara kita.

B.Terbentuknysa PSM Lawu

Dalam hal ini saya ingin mengangkat kelompok komunitas kecil dan bersifat lokal kedaerahan yang mulai beraktivitas sejak bulan Juli 2008 di Kota Blitar ini sehingga berharap mampu berubah menjadi sebuah kekuatan yang dasyat bila semuanya bebarengan dengan rasa penghormatan antar sesama, ada saling mengisi dan saling melestarikan untuk mengangkat misi mereka menjadi lebih berkembang besar dan lebih bermakna. Komunitas ini terbentuk dari sekumpulan siswa dan guru SMAN 2 Blitar yang memiliki pandangan estetis visual yang sama dan merasa prihatin serta peduli pada pelestarian seni budaya rupa di Kota Blitar. Berangkat dari kegiatan ekstrakurikuler Seni Lukis SMAN 2 Blitar yang beranggotakan tiga siswa antara lain; Robby Dwi Choiriandri, Joko Sulistyo, dan Faldi Hendrawan, dan satu guru pembina ekstra bernama Rahmanu Adi Widodo, mengawali melakukan kegiatan melukis di pinggir-pinggir jalan setiap hari Minggu pagi. Lokasi yang dipilih awalnya berpindah-pindah dari tempat satu ketempat lainnya dan hal itu sempat dilaluinya selama dua bulan dan selanjutnya mendapat tempat menetap di trotoar jalan Lawu. Pada perkembangan selanjutnya kegiatan ini dijadikan sebagai kegiatan publik yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergabung mengembangkan kegiatan berkesenian dibawah pepohonan rindang dipinggir trotoar jalan Lawu. Kegiatan yang awalnya hanya segelintir orang ini pada perkembangan selanjutnya membawa inspirasi bagi berbagai penjuru warga hingga saat ini. Maka hal yang demikian inilah dirasa sangat penting bagi pelestarian dan perkembangan arah kehidupan budaya bangsa Indonesia ke tingkatan masa depan yang lebih baik. Semisal komunitas yang peduli dengan pencemaran limbah industri diperairan sungai di Kalimantan yang tetap setia memantau perkembangannya akan membantu menjaga kebersihan dan menyelamatkan warga sekitar perairan tersebut.

 

Begitu pula kelompok komunitas kecil yang bersifat lokal kedaerahan semisal Pasar Seni Minggu yang ada di Jalan Lawu Kota Blitar yang bergerak dalam memperdayakan kemampuan dibidang aneka kesenirupaan akan berdampak besar bagi pertahanan perkembangan seni budaya bangsa kita. Kegiatan ini merupakan sebuah mutiara yang tersimpan didalam kulit keras cangkang kerang yang jika terbuka akan memancarkan sinar lembut berkilau dan merupakan harta yang berharga bagi perkembangan seni budaya di kota Blitar yang tentu berkontribusi bagi negara ini. Maka darinya, kegiatan semacam Pasar Seni Minggu yang ada di Jalan Lawu Kota Blitar ini kita beri apresiasi penuh sebagai penghargaan atas kegiatan yang dilakukan yang didedikasikan bagi kemajuan perkembangan seni budaya di Kota Blitar yang akan mewarnai perubahan peradapan seni budaya di tanah air. Selain kita beri apresiasi penuh, kita beri pula dukungan dan motivasi untuk selalu melanjutkan kegiatan yang lebih bermakna bagi kehidupan berkesenirupaan di masyarakat kecil yang bersifat lokal kedaerahan ini agar tetap berlanjut dan berkembang. Dalam hal ini bisa berwujud sebuah perhatian untuk mempublikasikan ke seluruh penjuru area yang lebih luas agar menginspirasi masyarakat banyak dan pemberian fasilitas tempat yang lebih memadahi bagi kepentingan kegiatan ini yang pada kelanjutannya akan dapat menampung berbagai komunitas kesenirupaan yang lebih variatif bentuk dan rupa yang diakui keberadaanya dan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan kesenirupaan bagi bangsa yang lebih besar.

C.Pasar Seni Minggu sebagai Arena Berkesenian

Setiap hari Minggu pagi di trotoar Jalan Lawu Kota Blitar, sebuah kota kecil yang tidak padat aktifitas masyarakatnya kita dapat menyaksikan dan sekaligus ikut didalam kegiatan berkesenirupaan bersama warga masyarakat setempat dan bergabung dengan berbagai kelompok komunitas yang ada untuk saling berbagi dan menimba pengetahuan dengan nyata tanpa ada beban penghalang terkait dengan ekonomi, finansial, dan lain sebagainya. Kita harus sadar bahwa kegiatan semacam ini menampung segala komunitas berkesenirupaan dalam segala bidang untuk dikembangkan bersama masyarakat berbagai kalangan agar dapat memaknai potensi seni lebih bermakna bagi kehidupan dan bagi perkembangan peradapan budaya bangsa.

Kelompok komunitas yang sederhana dan hanya segelintir pengikutnya ini sebenarnya memiliki semangat yang luar biasa, memiliki kekuatan untuk merubah kehidupan berkesenian menjadi lebih bermartabat dan memiliki banyak makna bagi kemajuan masyarakat. Kepedulian yang tumbuh dari panggilan jiwa-jiwa para generasi muda penerus budaya bangsa. Agar perkembangan peradaban kemajuan berkesenirupaan seperti ini dapat berkembang dengan luas maka kegiatan di trotoar jalan Lawu ini harus diperhatikan dan dilestarikan. Dengan demikian itu maka aneka ragam komunitas berkesenirupaan yang kecil yang lokal dan sedikit ini dapat melanjutkan keberadaanya dan selalu tumbuh dan berkembang dengan terjaga dan berjalan secara wajar sesuai dengan aneka ke khasan masing-masing komunitas seni rupa yang ada. Dengan kondisi yang demikian ini, kita bisa menjadi saksi mata sekaligus sebagai pelaku perkembangan senirupa yang dipelihara oleh kelompok seni rupa yang kecil dan bersifat lokal kedaerahan ini untuk berkiprah didalam pusaran arus perkembangan peradapan kesenirupaan bangsa.

Membentuk Keindahan yang Mendamaikan

Yayah Khisbiyah (2002: 1), Ketua Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial Universitas Muhamadiyah Surakarta pada salah satu artikel yang berjudul Seni dan Psikologi, mengemukakan tentang hal ikwal keindahan sebagai berikut. Keindahan (beauty) adalah pengalaman yang memberikan manusia rasa kegembiraan dan rasa kedamaian sekaligus. Keindahan bersifat menenangkan dan pada saat yang sama ia juga dinamis, menstimulasi kegairahan dan meningkatkan rasa hidup manusia. Keindahan adalah misteri yang mempesona manusia karena ia merupakan pengalaman yang bersifat timelessness dan bederajat lebih tinggi dari kemanusiaan itu sendiri.

Pengemasan bentuk kegiatan berkesenirupaan semacam warna-warni yang ada di pinggiran trotoar jalan Lawu ini memberikan nuansa kegairahan dalam menangkap keindahan sebagai bagian dari pengalaman yang memberikan rasa kegembiraan dan rasa kedamaian. Rasa kegembiraan dan kedamaian dari para warga kelompok komunitas yang bergumul dan berekplorasi tentang seni rupa dalam segala bidang. Berinteraksi antar sesama dalam suka dan duka sembari meniti pagi hingga senja hari. Berbagai pengalaman yang terangkum menghiasi sepanjang hari saat itu senantiasa menyelimuti rasa kegembiraan dan membuahkan rasa kedamaian.

Anak kecil usia SD berbondong-bondong diikuti orang tuanya selalu menampakkan antusiasme tinggi dengan rela datang pagi-pagi hingga selesai menunggui sang buah hati bersosialisasi dan beraktivitas seni bersama dalam suasana menyenangkan. Begitu pula anak-anak SMA dan mahasiswa serta masyarakat khalayak. Diantara sekian warga anggota komunitas Pasar Seni Minggu yang berjumlah tidak lebih dari 100 orang ini, ada yang sangat menarik perhatian setiap pengunjung yaitu anggota yang bernama Khanafi. Seorang anggota komunitas perupa dari desa Kuningan perbatasan Kota Blitar ini memiliki keterbatasan, sehingga dapat dikatakan sebagai anggota yang memiliki kebutuhan khusus yaitu jemari tangan yang berbeda dengan seperti pada umumnya. Namun melihat suasana yang penuh riang gembira dan mendamaikan ini, membuat diri Khanafi tidak pernah mengerutkan alis matanya pertanda sedih ataupun gelisah. Akan tetapi justru malah membuat dirinya semakin percaya diri dan merasa bahwa dari keterbatasan yang ia miliki dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya pribadi dan orang lain. Kebahagiaan dan kedamaian yang ia rasakan laksana hidup dalam ikatan sebuah keluarga yang saling menghormati, saling menumbuhkan dan saling memberikan motivasi antar sesama. Hal ini ia dapatkan justru dari komunitas yang kecil, yang lokal dan hampir tidak ia jumpai ditempat lainnya.

Kegiatan Seni untuk Memaknai Hidup

Tasmara (1999) mengemukakan bahwa kebermaknaan hidup merupakan seluruh keyakinan serta cita-cita yang paling mulia yang dimiliki seseorang. Kegiatan Pasar Seni Minggu yang diyakini mampu menghantarkan cita-cita dan harapan mulia dari setiap diri pribadi para anggotanya dirasakan dampaknya bagi masyarakat. Didalam gelak canda dan aneka rupa sapuan warna-warni yang mengiringi aktivitas dalam kegiatan Pasar Seni Minggu di trotoar jalan Lawu ini mari kita sambut dan kita dukung untuk menjadikan tempat ini sebagai wadah bagi masyarakat pecinta perubahan peradapan seni budaya rupa yang terbuka untuk siapa saja yang hendak menimba pengetahuan dan mengembangkan aneka rasa rupa dan kreativitasnya yang kecil-kecil, yang bersifat lokal dan kedaerahan agar senantiasa bisa terakomodasi dan terealisasi secara wajar dan berkelanjutan. Dari mulai pagi yang hening hingga matahari tergelincir ke barat yang mengikuti serangkaian kegiatan berkesenirupaan di pinggiran jalan Lawu Kota Blitar ini, kita support  dan motivasi terus agar aktivitas dari beberapa gelintir masyarakat dari sudut kota yang kecil ini dapat bertahan dan mempertahankan dirinya secara berkelanjutan dan berkesinambungan hingga menumbuhkembangkan kontribusi yang besar bagi sejarah kesenirupaan yang sangat berarti bagi generasi muda penerus dan pelestari budaya bangsa Indonesia dimasa depan. Semoga kompas penunjuk arah jalur berkesenian di Kota Blitar selalu memberikan petunjuk kejalan yang tepat, dan para pemilik kebijakan berlapang hati berlomba beremphati sehingga aktivitas kelompok komunitas-komunitas yang kecil dan tidak begitu terlihat di sekitar Kota Blitar ini bisa berubah laksana bintang terang dikegelapan malam yang gulita, menembus keseluruh penjuru angkasa raya, menerangi dan menentramkan setiap bilik kegelapan hingga pagi hari kembali akrab bersama aktivitas-aktivitas seni yang semakin bersemi. Sehingga saat siangnya bekas-bekas aktivitas kegiatan ini menjadikan pribadi masyarakat sekitar semakin maju dan berwawasan pengetahuan dan mampu saling mengayomi antar sesama dalam tumbuh dan berkembangnya kehidupan seni rupa yang memiliki ribuan arti dan makna dalam kehidupan bermasyarakat.

Emosi Karya Sapuan Warna dan Rupa dari Pinggir Trotoar Lawu

Sebuah pasar tempat berkumpulnya segala aktivitas berkesenirupaan membawakan serangkaian bentuk yang memiliki berjuta warna dan selera. Pasar Seni Minggu merupakan wadah dimana setiap diri seseorang yang memiliki dan yang hendak mencari talenta berkesenian bergumul menjadi satu bak keluarga besar yang dekat, penuh keakraban, dan saling memotivasi serta memberikan pengalaman dan pembelajaran untuk sebuah tujuan yang mulia yaitu mendapatkan kebermaknaan hidup berkesenian. Manusia tumbuh dan berkembang seiring kemajuan zaman, terkadang sudah mulai melupakan makna kebersamaan, makna saling berbagi, makna apa yang membuat hidup mereka semakin berarti bagi sesama dan lingkungan sekitar. Serangkaian aktivitas didalam Pasar Seni Minggu ini mampu merealisasikan dan menepis habis keadaan seseorang yang memiliki kecenderungan enggan berbagi. Keberadaan Pasar Seni Minggu membawa angin segar bagi masyarakat Blitar dan sekitarnya, bahkan sampai kewilayah barat seperti Jogja dan Jakarta. Para warga di daerah sekitar dan seniman diberbagai luar Kota Blitar seperti dari Jogja dan Jakarta mampu tergerak hati dan raganya dalam kegiatan semacam Pasar Seni Minggu ini. Seperti mas Fuad mahasiswa dari ISI Jogjakarta, ibu Heny sekeluarga yang jauh datang dari Jakarta merasakan bergelora semangatnya dengan adanya kegiatan berkesenian seperti yang terangkai dalam kegiatan di pinggiran jalan Lawu Kota Blitar. Mereka aktif meluangkan waktu bersama keluarga untuk mengikuti setiap kegiatan yang ada. Seniman gambar sketsa Suharto dari puncak daerah Bogor setiap pekan menyempatkan hadir sembari beraktivitas menggambar skets di arena kegiatan yang kecil dan bersifat lokal seperti ini. Seniman rupa berbagai kalangan di Kota Blitar juga menyambut baik kehadiran mereka, untuk aktivitas berkesenian selama komunitas terjalin kerjasama yang baik dan saling menghormati dan saling menumbuhkan motivasi positif antar satu dengan yang lain. Aroma keindahan yang agung dan terasakan didalam lubuk hati setiap pribadi yang terlibat membawa semangat tersendiri bagi setiap anggota kelompok komunitas yang ikut berkiprah didalamnya. Kebersamaan dan kebermaknaan hidup semakin terasakan diantara gerak dan aktivitas mereka. Sebuah panorama estetis yang kaya akan nilai-nilai kebermanfaatan dalam perjuangan melestarikan peradapan budaya bangsa yang tumbuh dari kota yang kecil seperti di trotoar jalan Lawu di Kota Blitar ini.

Beberapa karya seni rupa yang telah dibuat oleh komunitas Pasar Seni Minggu mulai karya anak-anak hingga karya orang dewasa baik itu karya seniman, pendidik seni, masyarakat umum, dll yang mewarnai keindahan dalam bentuk kegiatan ini. Salah satu contoh karyanya adalah sebagai berikut.

D.Kontribusi Bagi Perkembangan Berkesirupaan

Dari sebagian anggota komunitas yang aktif berkiprah dalam kegiatan di pinggiran jalan Lawu Kota Blitar ini semakin lama semakin bergulir, dari yang awalnya warga biasa kemudian menjadi berubah laksana gatot kaca baru saja mendapat tempaan dari kawah candradimuka. Pendidikan seni disini secara langsung membaurkan antar warga untuk saling memotivasi setiap bakat seni yang ada. Peran koordinator sebagai guru yang bisa memberikan payung kebijakan yang peduli pada potensi bakat setiap anggotanya sangat penting didalam mempertahankan aksi kegiatan ini. Fakta menunjukkan banyak guru yang tidak mengetahui dan mempedulikan tentang anak berbakat sehingga menyia-nyiakan anak yang mungkin memiliki sumbangsih besar terhadap kemajuan negara dan bangsa (Sitiavata, 2013). Seorang koordinator harus mampu mengenal anggotanya dengan baik. Ada tujuh langkah dalam mengenali anggota untuk mempertajam kejelian kita, antara lain; 1) menyimak dengan agresif setiap apa yang dikatakan, 2) mengamati dengan agresif cara berkaryanya, 3) berbicara sedikit namun banyak mendengarkan, 4) memperhatikan kesan pertama sebagai penghubung, 5) manfaatkan hal-hal yang anda pelajari dari seseorang, 6) Harus bijaksana, dan 7) utamakan aksi daripada reaksi ( Mark H, 1987). Sementara warga PSM Lawu langsung menerapkan apa yang didapat dari kegiatan ini sesuai dengan bakat dan potensi yang dimilikinya. Sebagai salah satu contoh siswa SMP Negeri 3 Blitar bernama Dony Wahyu Anggoro yang saat pertama kali masuk kedalam komunitas ini sebagai siswa yang ingin belajar menggambar dengan memakai media pensil warna, setiap kali datang selalu mendapat motivasi secara terus menerus, hingga saat ini dia memasuki jenjang SMK sudah bisa mengembangkan bakat sosialnya membentuk komunitas baru gambar komik di Kota Blitar dan membawa anggotanya bergabung juga dalam tempaan di pinggiran jalan Lawu. Berbeda lagi dengan Faldy Hendrawan, alumni siswa SMAN 2 Blitar yang awal bergabung tekun membawa kanvas ukuran besar dan melukis bersama ditempat ini, sekarang telah masuk ke jurusan seni rupa UM, kemudian melanjutkan pendidikan seni rupa Magisternya di UGM.

Pembelajaran secara langsung seperti di pinggiran jalan Lawu sepertinya membawa dampak semangat yang tertanam dihati warga anggota masyarakat. Mereka mendapati pengalaman laksana sebuah kunci pembuka jalan yang lebar dan tanpa hambatan menuju ke masa depan berkesenian yang dicita-citakan. Berapa banyak setiap individu yang telah lama berkiprah di pinggiran Lawu ini menampakkan kesungguhan dalam mewujudkan harapannya selama mereka bergabung bergumul bersama-sama dalam sebuah kebersamaan. Pengalaman semacam ini mampu memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perubahan perkembangan berkesenian  bangsa. Banyak seniman muda yang lahir dari tempaan pengalaman pada kegiatan yang kecil yang lokal seperti kegiatan dipinggiran jalan Lawu di Kota Blitar ini yang menjadikan pusaran arus kesenirupaan menjadi lebih berwarna-warni di negeri ini.

Dari ujung sudut kota yang kecil seperti Blitar akan masih banyak membawa perubahan-perubahan demi peradapan bangsa, dan akan terus lahir seniman muda yang mampu menjunjung martabat kesenian dan terus menjaga dan melestarikannya. Dari sesuatu yang sangat kecil akan menebar semangat bagi seniman muda di Indonesia. Perubahan sudah dimulai dan berawal dari komuniitas kecil dan lokal seperti yang terjadi di pinggir trotoar Kota Blitar, dan selanjutnya masa depan perubahan ini akan berpindah kepada kita semua yang peduli dan pemerhati. Semoga kelompok komunitas yang kecil-dan bersifat lokal akan tumbuh lestari seiring perkembangan zaman yang semakin banyak kreativitas bermunculan dibelahan penjuru kota di nusantara ini agar mampu menoreh sejarah peradapan kemajuan berkesenian yang lebih maju dan penuh makna.

E.Penutup

Kegiatan Pasar Seni Minggu yang ada di Kota Blitar merupakan bentuk aktivitas berkesenian dari beberapa kelompok komunitas seni yang lingkupnya sangat kecil hanya terbatas lokal Blitar saja, dan merupakan inisiatif dari para pendidik seni, seniman dan masyarakat yang peduli bagi sesama dalam mengembangkan kesenian di Kota Blitar. Peranan seniman lokal dan pemerintah sangat besar, perhatian dan sumbangannya dari segi moril dan tenaga perlu diapresiasi tinggi terhadap perkembangan kesenirupaan melalui kegiatan semacam ini. Walaupun bersifat lokal kedaerahan namun cukup banyak kontribusi dalam perkembangan peradapan berkesenian ditingkat global, hal ini terbukti dari anggota komunitas dalam Pasar Seni Minggu ini yang mendedikasikan dirinya ke kancah seni rupa, baik pendidikan seni rupa maupun seni rupa murni. Mereka yang berangkat dari aktivitas di PSM Lawu selanjutnya mendalami seni rupa magister dan kembali lagi ke masyarakat untuk membumikan pengetahuan dan keilmuanya bersama-sama warganya.

Sesuatu yang kecil secara nyata mampu memberikan kontribusi yang besar bagi perkembangan dan peradapan seni rupa di tanah air ini. Banyak prestasi yang diraih dari event yang diselenggarakan di tingkat nasional maupun internasional yang dibawa pulang oleh para anggota komunitas PSM Lawu dalam dekade tahun belakangan ini. Sebuah keindahan yang tersembunyi dibalik rindangnya pepohonan ditepi trotoar jalan Lawu kota Blitar telah mewarnai kehidupan peradapan kesenian di tanah air. Telah dan akan terus terlahir seniman-seniman muda Indonesia yang akan berperan aktif berpartisipasi dalam pergerakan kesenirupaan di tanah air ini. Kegiatan ini akan tetap lestari bila tetap terjaga kebersamaan dalam keluarga besar yang saling menghormati, saling melengkapi, dan saling menumbuhkembangkan motivasi dan semangat antar anggota demi sebuah tujuan dan cita-cita yang mulia dalam dunia seni rupa di Blitar dan di negeri ini. Harapan semua warga, kegiatan ini akan terus berjalan gayung bersambut setiap generasi agar lestari dan berkembang seiring kemajuan zaman.

 

-selesai-

 

DAFTAR PUSTAKA

Ruhimat, Asep, dkk. 2011. Ensiklopedia Kearifan Lokal Pulau Jawa. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Cormack, Mark. 1984. Kiat Bisnis. Jakarta: Erlangga.

Putra, Sitiatava. 2013. Pendidikan Berbasis Bakat Siswa. Jogyakarta: Diva.

Website :

http://indonesiaindonesia.com/f/102264-sejarah-revolusi-industri/

di akses Selasa, 25 April 2016 pukul 20.10 WIB

http://wasirruh.blogspot.co.id/2010/08/negara-dan-konsep-negara-masa-yunani.html

di akses Selasa, 25 April 2016 pukul 20.40 WIB

https://elangfida.wordpress.com/2013/01/07/estetika/

di akses Selasa, 25 April 2016 pukul 21.28 WIB

http://onesearch.perpusnas.go.id/Record/IOS2823-oai:dev2.pnri.go.id:upt%20bung%20hatta-548-Kegiatan

di akses Selasa, 25 April 2016 pukul 21.30 WIB

http://lib.isi.ac.id/gdl42/files/disk1/11/ykptisipp–firmansyah-525-2-babi.pdf

di akses Selasa, 25 April 2016 pukul 23.40 WIB

https://rahmanu.wordpress.com/2009/08/24/hello-world/

di akses Senin, 24 April 2016 pukul 18.15 WIB

 

LAMPIRAN

Foto dokumentasi “Estetika Sapuan Warna dari Pinggir Trotoar Lawu: Komunitas Kecil yang Membawa Pengaruh Perubahan Berkesenian”

  1. Foto anggota komunitas PSM Lawu Kota Blitar
  2. Foto kegiatan PSM Lawu
  3. Dokumentasi kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas PSM Lawu
  4. Hasil karya peserta komunitas PSM Lawu
  5. Kegiatan pameran komunitas PSM Lawu di perpustakaan Bung Karno

 

 

 

 

 

 

(Tanggal 19 Maret 2016)

 

Judul :  ANGKET KOMIK E-LEARNING

Selamat berjumpa lagi anak-anak..

Tugas INDIVIDU hari ini, Sabtu 19 Maret 2016  adalah sbb :

  1. Setiap anak wajib mengumpulkan 1 (satu) lembar hasil pengamatan melalui internet dengan alamat    www.webtoons.com     kepada ketua kelas yang berisi beberapa pertanyaan seperti prosedur yang tertulis di bawah ini.
  2. Pertama, siapkan satu lembar kertas yang ada identitas nama, kelas, dan judul tugas hari ini yaitu “ANGKET  KOMIK  E-LEARNING”  masing-masing anak.
  3. Kemudian silahkan kalian buka alamat website dengan alamat:     http://www.webtoons.com
  4. Selanjutnya, kalian amati aneka bentuk gambar kartun yang ada pada website tersebut secara tuntas.
  5. Nah, silahkan menjawab pertanyaan berikut ini pada lembar kertas yang telah anda siapkan tadi:
  6. Pertanyaan pertama, Bagaimana menurut anda kira kira perlukah pembelajaran berbasis E_learning di terapkan di SMAN 2 Blitar terutama pada mata pelajaran seni budaya (seni rupa) itu? berilah alasan minimal tiga point alasannya.
  7. Pertanyaan kedua, pada kompetensi menggambar Komik misalnya.  Perlu apa tidak di jaman sekarang ini kalian mendapatkan materi untuk mengasah jiwa nasionalisme yang semakin hari semakin menipis ini melalui kompetensi menggambar komik melalui internet ( E-Learning ) seperti komik yang telah anda lihat di webtoons tersebut? berilah alasan yang lengkap dan jelas.
  8. Pertanyaan ketiga, andaikan perlu diterapkan, kira-kira menurut anda jenis komik seperti pada kategori apakah yang tersedia di webtoons tadi yang cocok untuk meningkatkan jiwa nasionalisme siswa? tolong berilah alasan yang lengkap dan jelas sesuai kondisiyang anda rasakan saat ini.
  9. Terima kasih anak-anakku, data kalian sangat bermanfaat bagi sekolah kita, dan tolong selesai mengerjakan angket ini segera dikumpulkan melalui ketua kelas atau wakil ketua kelas untuk diserahkan di meja saya. Angket ini saya anggap sebagai data pertimbangan mapel seni budaya di SMADA untuk kedepannya. Salam sukses untuk kalian semuanya!!

 

HASIL PENILAIAN UJIAN PRAKTEK KELAS XII

Bagi peserta didik yang belum mengikuti ujian, ataupun sudah mengikuti ujian namun belum jelas keterangan penilaian, maka dapat konfirmasi melalui WA 085649379772 dengan menyebutkan identitas anda.

is4 is3 is2 is1 ia4 ia3 ia2 ia1 is5

 

 

 

 

 

TUGAS BARU UNTUK KELAS XI IPS ( mulai Hari Sabtu, 5 Maret 2016)

Kirimkan hasil karya seni rupa anda melalui WA, yang berisi :

  1. Foto karya dan nama karya anda. Contoh nama karya ” Tas tempat Laptop dan Bantal Bayi”, dll.
  2. Nama, kelas, no. absensi anda
  3. Nama Instagram anda yang sesuai dengan nama untuk wirausaha/ entrepreneur ( bukan nama pribadi anda) jika ada.
  4. Keterangan karya. Misalnya ; “karya saya ini dari bahan kain batik sisa dari penjahit, saya membuat dua buah yaitu satunya ukuran sedang dan satunya lagi ukuran besar. Dan ini adalah hasil photo karya saya kemarin.”   dll, dll.
  5. Segera kirim melaui WA di 085649379772 mulai hari Sabtu, 5 Maret 2016 sampai 9 Maret 2016.

 

 

 

 

 

By rahmanu

TUGAS DISKUSI HARI SABTU 13 PEBRUARI 2016

INSTAGRAM UNTUK WIRAUSAHA

KEDASYATAN INSTAGRAM UNTUK BERWIRAUSAHA

Anak-anakku siswa SMADA utamanya kelas XI (IPS) yang berbahagia,

Saat ini kita telah memasuki suatu masa dimana persaingan ekonomi bebas dapat kita saksikan langsung dilingkungan sekitar kita. Tahun 2016 ini telah resmi dilaksanakan transaksi ekonomi global MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) tidak terkecuali Indonesia. Perubahan apakah yang terjadi setelah diresmikannya penerapan perekonomian global ini? diantaranya adalah terjadi perubahan ekonomi sosial masyarakat yang besar, karena para tenaga kerja asing dapat membuka usaha dinegeri kita dengan leluasa. Pengaruhnya Apa dari perubahan ini ? yang dapat kita rasakan adalah semakin ketatnya persaingan ekonomi di negara kita, siapa yang terampil dan bisa menguasahi segala aspek peluang usaha maka mereka yang akan”berkuasa” pada masa itu. Kemudian, siapa yang bisa bersinergi dengan semua kelompok maka mereka akan menguasahi “medan” usaha. Siapa yang bisa memanfaatkan media sosial dengan baik maka mereka akan mendapat peluang besar mengenalkan segala apa yang ia miliki untuk bekerjasama dengan lintas masyarakat.

Berbicara tentang media sosial, umpamanya saja Instagram. Saya ingin kalian bisa memanfaatkan kedasyatan Instagram ini dalam ruang pola pikir kalian utamanya dalam berwirausaha. Kemapuan berfikir seperti seorang wirausaha sangat penting untuk kalian miliki. Sehingga tugas-tugas Seni Rupa yang kalian kerjakan sampai saat ini dan seterusnya tidak hanya sekedar sebagai tugas saja namun berkelanjutan dan bermanfaat. Seorang wirausahawan yang baik pasti memiliki pemikiran dalam memanfaatkan setiap peluang apa saja yang ada. Akun Instagram akan merubah apa yang telah kalian kerjakan dalam hal berkarya seni rupa hari ini. Kenapa harus Instagram? akun ini sangat terbukti dalam hal menciptakan kesempatan menstransfer informasi dengan cepat, praktis, menarik dan sangat digemari masyarakat kalangan muda hingga dewasa untuk saat ini. Jadi Instagram sangat dapat untuk diandalkan. Ingatkah kalian sejarah terkenalnya kampung coklat? terkenalnya batik suluh supriyadi ? semua itu berawal dari apa. Media sosial. Instagram. Jangan ragu jika kalian ingin mendapatkan pengaruh dari kedasyatan Instagram. Bahkan untuk kedepan nanti saya mungkin akan merencanakan sebuah ide karya seni rupa yang bertujuan membangun revolusi mental, utamanya membangun jiwa kebangsaan nasionalisme Indonesia. Media sosial juga akan saya tempatkan sebagai sesuatu yang penting. Tentu saja dalam hal informasi.

Baiklah anak-anak, tugas Mandiri mapel Seni Budaya (Seni Rupa) Hari ini, Sabtu 13 Pebruari 2016 adalah:

  1. Silahkan buat akun Instagram dengan memberi nama akun tersebut dengan nama yang tepat untuk menawarkan karya seni rupa yang telah kalian kerjakan pekan lalu.
  2. Setelah selesai membuat akun Instagram, maka setiap siswa WAJIB menginformasikan nama akun Instagram tersebut melalui alamat email saya:  rahmanuwidodo@gmail.com        dengan keterangan; a) sebutkan kelas, nama lengkap, dan nama instagram anda. b) kirimkan informasi keterangan tersebut ke alamat email diatas. c) informasi tentang nama Instagram tersebut saya tunggu hari ini selama jam pelajaran Seni Budaya berlangsung. d) gunakan waktu sebaik-baiknya, e) silahkan bersinergi dengan antar teman agar kompetensi sosial anda menjadi terasah.
  3. Jika ada hal yang belum jelas silahkan hubungi saya melalui wa di nomor  085649379772

Rahmanu A Widodo

==  Selamat Belajar & Bekerja ==

By rahmanu

PASAR SENI MINGGU

Kegiatan di PSM

Pemberdayaan SDM yang mencakup teknologi aplikatif dan seni (beautiful arts)

Hari Minggu Pagi pada asyik menggambar untuk refresh bersama-sama

Dengan latar hidup memiliki keterbatasan, Semangat Hidup melawan Rasa Malas

karya Arief MF

Hasil karya kami. Jika ingin pesan bisa calls 0342-772 73 23 Harga Nego.

Anekaragam kegiatan seni ada disini dan Gratis buat umum dan siswa SMAN 2 blitar

kegiatan Pemberdayaan bidang seni ada disini dan Gratis buat masyarakat umum

By rahmanu